PakAgus.com. Tim Kerja Kokurikuler menjadi bagian penting di dalam pelaksanaan kegiatan kokurikuler. Anggota Tim Kerja Kokurikuler perlu memahami perannya, sehingga kegiatan kokurikuler dapat berjalan secara terstruktur dan kolaboratif. Tim Kerja Kokurikuler dibentuk untuk merancang, mengelola, dan melaksanakan kegiatan kokurikuler yang mendukung intrakurikuler.
Secara khusus, Tim Kerja Kokurikuler bertugas dalam memastikan kegiatan kokurikuler berjalan lancar, efektif, dan bermakna bagi murid. Oleh karena itu, tujuan dari dibentuknya Tim Kerja Kokurikuler adalah sebagai berikut.
1. Merencanakan dan mengelola kegiatan kokurikuler secara sistematis.
2. Memastikan kegiatan kokurikuler sesuai dengan panduan Kementerian Pendidikan.
3. Mengembangkan karakter dan kompetensi siswa secara lebih utuh melalui kegiatan yang kontekstual.
4. Menjembatani pembelajaran konseptual di kelas dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.ย
Baca :ย Format SK Tim Kerja Kokurikuler
Anggota Tim Kerja Kokurikuler

Pembentukan Tim Kerja ini dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru. untuk mendukung program kokurikuler di satuan pendidikan. Tim kerja untuk pembelajaran kokurikuler terdiri atas unsur warga sekolah dan mitra, dengan anggota sebagai berikut.
1. Kepala satuan pendidikan : sebagai penanggung jawab kegiatan kokurikuler
2. Guru yang ditugaskan sebagai koordinator kokurikuler :menjembatani kolaborasi antar guru dan memastikan program kokurikuler berjalan sesuai rencana.
3. Guru kelas dan/atau guru mata pelajaran (fasilitator) : Melakukan pendampingan kegiatan kokurikuler secara langsung kepada murid.
4. Tenaga kependidikan : bertanggung jawab dalam menyiapkan sarana dan prasarana untuk kegiatan kokurikuler.
5. Warga satuan pendidikan lainnya yang relevan : melibatkan pihak-pihak lain dalam pelaksanaan kegiatan (sebagai mitra).ย
Rincian Tugas Tim Kerja Kokurikuler
Berikut ini adalah rincian tugas dari Tim Kerja Kokurikuler.
1. Kepala Satuan Pendidikan
- Memimpin penyusunan kesepakatan dan regulasi pendukung.
- Memimpin implementasi kegiatan kokurikuler dengan menjadi penanggung jawab.
- Menentukan koordinator kokurikuler.
- Memimpin analisis kebutuhan untuk menentukan dimensi profil lulusan yang akan dikuatkan bersama koordinator dan guru kelas/ mata pelajaran.
- Memimpin upaya keterlibatan semua pihak dan membangun jejaring kemitraan untuk keperluan kegiatan kokurikuler.
2. Pendidik (Koordinator dan Fasilitator)
a. Koordinator Kokurikuler
- Mengembangkan kemampuan kepemimpinan dalam mengelola kegiatan kokurikuler di satuan pendidikan.
- Mengomunikasikan pembelajaran kolaboratif lintas disiplin ilmu, dan kebijakan pendidikan nasional kepada lingkungan satuan pendidikan, orang tua murid, dan mitra (narasumber dan organisasi terkait).
- Mengelola sistem pelaksanaan kegiatan kokurikuler yang dibutuhkan guru dan murid.
- Memastikan kolaborasi pembelajaran terjadi di antara para guru yang tergabung di dalam tim sebagai aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajar.
- Membuka pintu kolaborasi dengan narasumber untuk memperkaya materi (masyarakat, komunitas, universitas, praktisi).
- Memastikan kokurikuler memiliki aktivitas yang kaya dan beragam untuk mengoptimalkan prinsip eksploratif.
- Memastikan rancangan kokurikuler dan asesmen yang dilakukan sesuai dengan kriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan.
b. Guru Mata Pelajaran/Guru Kelas sebagai fasilitator kokurikuler
- Bersama-sama koordinator menyusun perencanaan dan melaksanakan kegiatan kokurikuler.
- Menjadi aktivator, kolaborator, dan pengembang budaya belajari murid dalam kegiatan kokurikuler.
- Melakukan asesmen kokurikuler.
c. Tenaga Kependidikan
- Menyiapkan sarana dan prasarana pendukung kegiatan Kokurikuler.
d. Warga satuan pendidikan lainnya
- Sebagai mitra dan ikut menjaga ekosistem yang kondusif.
Demikian ulasan mengenai anggota dan rincian tugas Tim Kerja Kokurikuler.***
Eksplorasi konten lain dari Pak Agus
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.