PakAgus.com. Persamaan reaksi kimia menggambarkan reaksi kimia yang terjadi atas rumus kimia pereaksi dan hasil reaksi disertai dengan koefisien masing-masing.
Persamaan reaksi kimia adalah cara penulisan perubahan kimia dalam bentuk simbolik yang menunjukkan zat pereaksi (reaktan) di sisi kiri, zat hasil reaksi (produk) di sisi kanan, dihubungkan dengan tanda panah (โ) yang menyatakan arah reaksi, serta dilengkapi lambang rumus kimia, wujud zat, dan koefisien stoikiometri untuk menunjukkan jumlah relatif zat yang terlibat.
Tujuan dituliskannya persamaan reaksi kimia adalah untuk memahami identitas dan kuantitas zat sebelum dan sesudah reaksi sesuai Hukum Kekekalan Massa
Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier) menyatakan bahwaย massa total zat sebelum reaksi kimia sama dengan massa total zat setelah reaksi dalam sistem tertutup. Hal ini berarti massa tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya berubah bentuk.

Hukum Kekekalan Massa Ini dibuktikan oleh Antoine Lavoisier melalui percobaan pembakaran, di mana massa reaktan (zat awal) dan produk (hasil reaksi), termasuk gas, tetap sama jika diukur dalam wadah tertutup, menjadi dasar kimia modern.
Fungsi Persamaan Kimiaย
1. Menggambarkan secara ringkas dan jelas zat-zat yang terlibat dalam reaksi.
2. Menyatakan perbandingan jumlah (massa atau mol) zat yang bereaksi dan yang dihasilkan.
3. Memastikan kesetaraan jumlah atom dari setiap unsur di kedua sisi reaksi (Hukum Kekekalan Massa).ย
Komponen Utama Persamaan Reaksi Kimia
1. Rumus Kimia
Rumus kimia adalah rumus yang terdiri dari pereaksi (reaktan) dan hasil reaksi (produk). Pereaksi atau reaktan biasanya terletak di sebelah kiri dari persamaan reaksi, sedangkan hasil reaksi atau produk terletak di sebelah kanan dari persamaan reaksi.
Contoh : N2(g)ย + 3H2(g)ย โ 2NH3(g).
Pada persamaan reaksi tersebut, N2ย dan H2ย adalah pereaksi, sedangkan NH3ย adalah hasil reaksi atau produknya.
2. Tanda Panah (โ)
Antara ruas sebelah kiri dan sebelah kanan dihubungkan oleh tanda panah (โ) yang menyatakan arah reaksi kimia. Tanda panah ini dibaca โmembentukโ atau โbereaksiโ.
3. Koefisien
Koefisien reaksi adalah angka di depan unsur, molekul, senyawa, atau pun ion yang berfungsi untuk menyetarakan atom-atom sebelum dan sesudah reaksi.
Contohnya, angka 3 dan 2 yang terdapat pada persamaan reaksi N2(g)ย + 3H2(g)ย โ 2NH3(g).
4. Indeks
Indeks adalah angka di kanan bawah simbol unsur (misal, HโO), menunjukkan jumlah atom dalam satu molekul.
Angka indeks adalah angka yang terdapat pada bagian kanan bawah atom atau ion. Angka ini berfungsi untuk menunjukkan jumlah atom atau ion dalam suatu molekul atau senyawa.
Contoh, NH3, angka indeks untuk N = 1 dan H = 3.
5. Wujud Zat
Wujud zat adalah huruf yang terdapat di dalam kurung yang menyatakan keadaan atau wujud saat zat yang bereaksi. Wujud zat saat bereaksi terdiri dari empat jenis, sebagai berikut.
- Solid (s) : padat
- Liquid (l) : cair.
- Aqueous (aq) : larut dalam air.
- Gas (g) : gas
,Contoh :
- H2(g) : pada saat bereaksi, Hidrogen berbentuk gas
- Fe(s) : pada saat bereaksi, Besi berbetuk gas
Contoh Persamaan Kimia
Ca(s) + N2(aq) โ Ca3N2(aq)
Dibaca : Satu molekul padatan kalsium bereaksi dengan satu molekul larutan nitrogen menghasilkan satu molekul larutan kalsium nitrida.
Penjelasan detail:ย
Ca(s) : Satu molekul kalsium dalam wujud padat.
+: Ditambah atau bereaksi dengan.
โ: Menghasilkan.ย
Ca3N2(aq) : Satu molekul kalsium nitrida dalam wujud larutan.
Cara Menyetarakan Reaksi Kimia
Cara menyetarakan reaksi perlu dipahami dengan baik, karena penulisan persamaan reaksi tidak boleh dilakukan secara sembarang.ย Menyetarakan reaksi kimia membutuhkan keterampilan melalui pendekatan sistematis.
Berikut adalah langkah-langkah untuk menyetarakan reaksi kimia.
1. Identifikasi Reaktan dan Produk
- Tuliskan rumus kimia yang benar untuk semua reaktan dan produk.
- Pastikan semua unsur yang ada pada reaktan juga muncul di produk.
2. Hitung Jumlah Atom Setiap Unsur
- Hitung jumlah atom masing-masing unsur di sisi reaktan dan produk.
- Catat perbedaan jumlah atom antara kedua sisi tersebut.
3. Mulai dengan Unsur yang Paling Kompleks
- Identifikasi unsur yang muncul dalam senyawa paling kompleks atau hanya sekali di salah satu sisi.
- Mulailahย menyetarakan dengan unsur ini.
4. Tambahkan Koefisien
- Tambahkan koefisien di depan rumus kimia untuk menyamakan jumlah atom unsur yang sedang disetarakan.
- Gunakan bilangan bulat terkecil yang mungkin.
5. Lanjutkan ke Unsur Berikutnya
- Setelah satu unsur setara, lanjutkan ke unsur berikutnya.
- Ulangi proses penambahan koefisiennya.
6. Periksa Unsur-unsur Lain
- Setelah menyetarakan beberapa unsur, periksa apakah unsur lain juga sudah setara.
- Jika belum setara, lakukan penyesuaian lebih lanjut.
7. Verifikasi Kesetaraan
- Hitung kembali jumlah atom setiap unsur di kedua sisi persamaan.
- Pastikan jumlahnya sama di sisi reaktan dan produk.
8. Sederhanakan Koefisien
- Jika semua koefisien bisa dibagi dengan angka yang sama, maka sederhanakan.
- Pastikan untuk menggunakan bilangan bulat terkecil.
9. Periksa Kembali Keseluruhan Persamaan
- Pastikan tidak ada kesalahan dalam penulisan rumus kimia atau koefisien.
- Verifikasi bahwa persamaan sudah setara dan logis.
10. Tambahkan Informasi Tambahan (Opsional)
- Jika diperlukan, tambahkan informasi seperti simbol fase atau kondisi reaksi.
Contoh Penerapan Penyetaraan Reaksi Kimia :ย
Setarakan reaksi kimia berikut!
H2ย + O2ย โ H2O
- Identifikasi: H2 dan O2 adalah reaktan, sedangkanH2Oย adalah produk.
- Hitung atom: H2ย (2:2), O2 (2:1)
- Mulai dengan H2: Tambahkan koefisien 2 di depan H2
- 2H2ย + O2ย โ H2O
- Setarakan H2O: Tambahkan koefisien 2 di depan H2O
- 2H2ย + O2ย โ 2H2O
- Verifikasi: H2ย (4:4), O2 (2:2)
- Persamaan sudah setara
- Tambahkan wujud zat
- 2H2(g) + O2(g) โ 2H2O(l)
Demikian cara menuliskan persamaan reaksi kimia dan contohnya. Semoga bermanfaat.***
Eksplorasi konten lain dari Pak Agus
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.