PakAgus.com. Berikut adalah cara merancang dan menghitung alokasi waktu kokurikuler. Kokurikuler merupakan kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan Intrakurikuler untuk pengembangan karakter dan kompetensi murid.
Kompetensi murid yang dimaksud adalah delapan dimensi profil lulusan, yaitu: 1) keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa; 2) kewargaan; 3) penalaran kritis; 4) kreativitas; 5) kolaborasi; 6) kemandirian; 7) kesehatan; dan 8) komunikasi.
Delapan dimensi profil lulusan merupakan hasil dari capaian pengetahuan, keterampilan, dan karakter. Selain itu, delapan dimensi profil lulusan menumbuhkembangkan lulusan yang memiliki kepemimpinan efektif yang berintegritas, profesional, dan transformatif.
Satuan pendidikan dapat memanfaatkan atau mengadaptasi kegiatan yang selama ini sudah berjalan, dan/atau merencanakan kegiatan kokurikuler yang baru untuk mencapai delapan dimensi profil lulusan.
Aktifitas pada kegiatan kokurikuler bertujuan untuk membuka ruang yang lebih fleksibel bagi satuan pendidikan untuk mengembangkan kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan belajar murid dan menanamkan nilai-nilai yang dimiliki oleh satuan pendidikan.
Baca :ย Jenis Aktivitas Kokurikuler yang Dapat Dipilih Guru
Karakteristik kegiatan kokurikuler bersifat fleksibel dan kontekstual, serta dapat dilaksanakan dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan dan kekhasan satuan pendidikan. Namun demikian, kegiatan kokurikuler tidak dirancang secara acak atau sekadar tambahan kegiatan.
Kokurikuler dilaksanakan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaannya. Oleh karena itu pengelolaan alokasi waktu kokurikuler dilakukan fleksibel mengacu pada struktur kurikulum yang berlaku.

Cara Merancang Alokasi Waktu Kokurikuler
Langkah pertama merancang alokasi waktu kegiatan kokurikuler adalah mengidentifikasi jumlah total jam kokurikuler yang dimiliki setiap kelas. Jumlah jam tersebut diatur dalam Peraturan Menteri tentang implementasi kurikulum.
Berikut adalah alokasi waktu kokurikuler dalam satu tahun ajaran untuk setiap jenjang.
Alokasi Waktu Kokurikuler per Tahun Jenjang PAUD/sederajat, SD/sederajat, SMP/ sederajat, dan SMA/sederajat

Baca :ย Cara Merancang Asesmen Kokurikuler dan Contohnya
Berikut adalah alokasi waktu kokurikuler dalam satu tahun pelajaran untuk satuan pendidikan Menengah Kejuruan (SMK) atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) di setiap jenjang:
Alokasi Waktu Kokurikuler per Tahun Jenjang SMK/sederajat

Berikut adalah alokasi waktu kokurikuler dalam satu tahun pelajaran untuk satuan pendidikan Luar Biasa di setiap jenjang.
Alokasi Waktu Kokurikuler per Tahun Jenjang SDLB/sederajat, SMPLB/sederajat, SMALB/sederajat


Alokasi waktu total di atas adalah pelaksanaan kokurikuler dalam satu Tahun Pelajaran. Satuan pendidikan dapat membagi pelaksanaannya menjadi dua semester. Alokasi waktu untuk setiap kegiatan tidak harus sama, sehingga memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menyusun kegiatan kokurikulernya sendiri.
Pada struktur kurikulum tercantum bahwa alokasi waktu kokurikuler pada muatan lokal ditandai dengan tanda โโโ. Hal ini bukan berarti muatan lokal tidak dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan kokurikuler, melainkan menunjukkan bahwa kokurikuler tidak mengambil alokasi jam pelajaran muatan lokal.
Dengan demikian, muatan lokal tetap dapat menjadi bagian dari kokurikuler selama dirancang sebagai penguatan nilai, budaya, atau kearifan lokal melalui pendekatan lintas disiplin.
Di dalam pengorganisasian kegiatan kokurikuler, guru memiliki alokasi waktu sesuai dengan ketentuan pada tabel di atas. Selain itu, koordinator pembelajaran berbasis proyek (koordinator kokurikuler) juga mendapatkan beban kerja tambahan sebesar 2 jam tatap muka per rombongan belajar, maksimal 3 rombongan belajar sehingga totalnya 6 jam 32 Panduan Kokurikuler pelajaran. Lebih lanjut, setiap guru memiliki kesempatan untuk menjadi koordinator pembelajaran berbasis proyek (koordinator kokurikuler), sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan satuan pendidikan.
Cara Menghitung Alokasi Waktu Kokurikuler
Langkah pertama untuk menghitung alokasi waktu kokurikuler adalah mengidentifikasi total jam intrakurikuler dan kokurikuler pada kurikulum yang berlaku. Langkah selanjutnya adalah membagi total jam pelajaran per tahun tersebut dengan jumlah minggu efektif dalam setahun (32 untuk kelas akhir, 36 untuk kelas lainnya) untuk mendapatkan jumlah jam per minggu, selanjutnya alokasikan secara merata ke setiap hari dalam jadwal pelajaran.ย
1. Tentukan alokasi waktu per tahun
Total alokasi jam pelajaran kokurikuler per tahun untuk setiap mata pelajaran di tiap jenjang pendidikan ditentukan sesuai Panduan Kokurikuler PAUD Dikdasmen.
2. Hitung jam pelajaran per minggu
Bagi total jam pelajaran kokurikuler per tahun dengan jumlah minggu efektif dalam setahun. Contoh: Alokasi kokurikuler 360 JP per tahun (untuk SMP/MTs kelas VII-VIII) dibagi 36 minggu efektif = 10 JP per minggu.
3. Alokasikan jam per hari
Sebarkan total jam pelajaran kokurikuler per minggu ke dalam jadwal harian. Pastikan total jam kokurikuler dalam seminggu sama dengan perhitungan Anda. Contoh: Jika total kokurikuler per minggu adalah 10 JP, alokasikan pada hari-hari tertentu di luar jam intrakurikuler, misalnya 5 JP pada hari Kamis dan 5 JP pada hari Sabtu.
4. Atur jadwal
Tempatkan alokasi intrakurikuler terlebih dahulu di dalam jadwal, lalu masukkan kegiatan kokurikuler pada hari-hari yang telah ditentukan untuk memastikan keseimbangan jadwal dan total jam pelajaran sesuai perhitungan.
5. Gunakan penanda visual
Berikanย tanda warna tertentu pada jam pelajaran kokurikuler dalam roster agar mudah dikenali.
Baca :ย Tujuan Kokurikuler dan Bentuk Kegiatannya
Demikian cara merancang dan menghitung alokasi waktu Kokurikuler.***
Eksplorasi konten lain dari Pak Agus
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.