PakAgus.com. Sekolah aman dan nyaman dibutuhkan untuk memastikan memastikan pembelajaran dapat berjalan secara optimal, terpenuhinya kesejahteraan psikologis dan fisik warga sekolah, serta perkembangan holistik murid.
Sekolah aman dan nyaman akan menciptakan lingkungan bebas kekerasan, perundungan, dan intimidasi, yang mendukung konsentrasi, ekspresi diri, dan inklusifitas bagi semua warga sekolah.
Anak-anak Indonesia membutuhkan sekolah yang bukan hanya bebas dari kekerasan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh yang membangun karakter, empati, dan kebajikan.
Membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman merupakan sebuah gerakan bersama yang tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dilaksanakan dalam cakupan wilayah lingkungan di dalam Sekolah, lokasi kegiatan pembelajaran di luar lingkungan Sekolah, dan ruang digital atau media daring yang berkaitan dengan aktivitas pendidikan atau interaksi sosial Warga Sekolah.
Kekerasan yang terjadi di kalangan pelajar kini tidak hanya terjadi di dunia nyata, tetapi juga semakin marak di ruang digital. Tidak hanya itu, kekerasan di media sosial juga sering berlanjut ke kekerasan fisik di dunia nyata. Oleh karena itu, ruang digital atau media daring juga menjadi salah satu cakupan wilayah kebijakan tersebut.
Penyelenggaraan sekolah harus menjamin akses dan rasa aman bagi seluruh warga sekolah tanpa
terkecuali, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya melalui kolaborasi yang
melibatkan peran aktif warga sekolah, orang tua atau wali, masyarakat, dan media (Catur Pendidikan).;
Baca :ย Implementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Pengertian Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Setiap murid memiliki hak konstitusional untuk mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi serta hak untuk memperoleh pendidikan dalam lingkungan sekolah aman dan nyaman guna mendukung tumbuh kembang fisik, kognitif, psikologis, sosiokultural, dan spiritual yang optimal.
Di dalam Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 dinyatakan bahwa pengertian Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah keseluruhan tata nilai, sikap, kebiasaan, dan perilaku yang dibangun di lingkungan Sekolah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan spiritual, pelindungan fisik, kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural, serta keadaban dan keamanan digital demi menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi Warga Sekolah.
Budaya Sekolah Aman dan Nyaman menjadi nilai, norma, tradisi, dan kebiasaan yang menciptakan lingkungan sekolah aman dan nyama secara fisik, psikologis, dan sosial.
Budaya Sekolah Aman dan Nyaman akan membuat seluruh warga sekolah merasa bebas dari kekerasan, intimidasi, dan diskriminasi, sehingga mendukung pembelajaran secara optimal, kesejahteraan, serta perkembangan individu secara menyeluruh dan inklusif.
Sasaran Budaya Sekolah Aman dan Nyaman adalah seluruh warga sekolah, meliputi Murid; Kepala Sekolah; Guru; dan Tenaga Kependidikan selain Pendidik.
Dengan demikian, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dilaksanakan dalam cakupan wilayah lingkungan di dalam Sekolah, di luar lingkungan sekolah, dan ruang digital atau media daring yang berkaitan dengan aktivitas pendidikan.
Tujuan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Budaya Sekolah Aman dan Nyaman bertujuan untuk menciptakan dan menjaga lingkungan belajar yang kondusif bagi Warga Sekolah. Budaya Sekolah Aman dan Nyaman,
Di dalam mencapai tujuan tersebut, penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dilaksanakan melalui :
1. penguatan tata kelola;
2. edukasi Warga Sekolah;
3. penguatan peran Warga Sekolah;
4. respons dan penanganan pelanggaran;
5. tanggung jawab Kementerian dan Pemerintah Daerah; dan
6. peran pemangku kepentingan.
Kriteria Budaya Sekolah Aman dan Nyaman
Kriteria Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, meliputi: (1);Pemenuhan Kebutuhan Spiritual; (2) Pelindungan Fisik; (3) Kesejahteraan Psikologis dan Keamanan Sosiokultural; dan (4) Keadaban dan Keamanan Digital.
Pemenuhan kebutuhan spiritual di sekolah meliputi kegiatan yang menumbuhkan nilai-nilai luhur seperti empati, syukur, kejujuran, dan makna hidup, melalui pendidikan agama yang terstruktur serta menciptakan ruang bagi eksplorasi keyakinan dan praktik spiritual tiap warga sekolah.
Perlindungan fisik bertujuan untuk menciptakan tempat belajar yang bebas dari kekerasan, bebas dari gangguan keamanan, dan mendukung fokus belajar murid.
Kesejahteraan psikologis dan keamanan sosiokultural adalah fondasi penting untuk menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, adil, dan bebas dari ancaman, sehingga tercipta rasa nyaman di sekolah, Siswa dapat belajar dan berkembang secara maksimal tanpa tekanan atau intimidasi.
Keadaban digitalย adalah tentangย perilaku etis dan bertanggung jawabย saat menggunakan teknologi dan internet, sementaraย keamanan digitalย berfokus padaย perlindungan teknisย terhadap data, perangkat, dan sistem dari ancaman siber.
Sedangkan keamanan digital adalah serangkaian praktik dan teknologi yang dirancang untuk melindungi sistem komputer, jaringan, perangkat, dan data dari berbagai ancaman siber, seperti peretasan, phishing, danย malware. Selengkapnya tentang kriteria budaya sekolah aman dan nyaman dapat dibacaย di sini.
Demikian pengertian, tujuan, dan kriteria Budaya Sekolah Aman dan Nyaman. Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.ย Diterbitkannya Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 menjadi bukti keseriusan Kemendikdasman untuk menekankan gerakan pendidikan karakter yang melibatkan semua pihak, bukan sekadar instrumen birokrasi.***
Eksplorasi konten lain dari Pak Agus
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.