Program Prioritas Kemendikdasmen Tahun 2026, Fokuskan Anggaran Rp52,12 T untuk Pendidikan Bermutu

PakAgus.com. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti telah, memaparkan rencana program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang akan dilaksanakan pada tahun 2026, dengan pagu anggaran yang dapat dimanfaatkan sebesar Rp52,12 triliun. Pemaparan tersebut disampaikan dalam rapat bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Rabu (21/1).

“Kami menyampaikan apresiasi kepada Bapak dan Ibu pimpinan serta anggota Komisi X DPR RI atas komitmen, dukungan, dan pengawalan yang telah diberikan, sehingga program-program prioritas Kemendikdasmen memperoleh keberpihakan penganggaran,” ujar Mendikdasmen.

Untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua pada TA 2026, Kemendikdasmen menetapkan sejumlah program prioritas. Di antaranya Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan dengan target 11.744 satuan pendidikan.

Selain itu, Digitalisasi Pembelajaran akan menyasar 288.865 satuan pendidikan melalui pendampingan pemanfaatan perangkat pembelajaran yang telah disalurkan serta penyusunan konten digital.

Program Prioritas Kemendikdamsen 2026
Program Prioritas Kemendikdamsen 2026

Pada aspek pemerataan akses, Program Indonesia Pintar (PIP) diperluas hingga jenjang PAUD dengan sasaran 19,48 juta peserta didik dari keluarga kurang mampu, sementara penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) menyasar 191.697 anak. Pada 2026, Tes Kemampuan Akademik (TKA) juga akan dilaksanakan untuk jenjang SD dan SMP.

Peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan juga menjadi fokus utama. Kemendikdasmen menargetkan pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan, mencakup pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM, Bahasa Inggris, literasi dan numerasi, serta kepemimpinan sekolah.

Pendidikan Profesi Guru (PPG) menargetkan 41.692 guru agar dapat memperoleh sertifikat profesi, sementara Program Peningkatan Kualifikasi Guru S1/D4 secara berkelanjutan akan menyasar 150 ribu guru. Sebagai bentuk penghargaan dan peningkatan kesejahteraan, insentif guru non-ASN akan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per orang per bulan dengan sasaran 798.905 guru.

Penguatan karakter peserta didik dilaksanakan melalui kampanye Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH), layanan penguatan karakter budaya belajar aman dan nyaman, pelibatan murid melalui Gerakan Rukun Sama Teman, serta penguatan layanan inklusivitas di satuan pendidikan. Program ini melibatkan catur pusat pendidikan, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.

Di bidang kebahasaan dan literasi, Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi bahasa daerah bagi 7.755 orang sebagai upaya pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan bahasa daerah. Selain itu, pencetakan dan pengiriman buku bacaan bermutu akan menyasar 27.627 satuan pendidikan jenjang SD dan SMP.

Untuk tahun 2026, Kemendikdasmen juga akan melaksanakan sejumlah direktif baru dari Presiden Republik Indonesia. Di antaranya penambahan sasaran Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan sebanyak 60.000 satuan pendidikan yang pendanaannya akan diusulkan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).

Digitalisasi pembelajaran juga akan diperkuat melalui penambahan tiga papan interaktif digital (PID) per satuan pendidikan yang pendanaannya diusulkan melalui ABT.

Sejalan dengan arahan Presiden agar siswa memperkuat kemampuan menulis, pemerintah akan memberikan bantuan pembelian buku tulis dan alat tulis bagi peserta didik kelas awal sekolah dasar (kelas 1, 2, dan 3 SD).

Selain itu, pengembangan sekolah terintegrasi direncanakan dibangun di tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, dengan sistem pembelajaran berkelanjutan antarjenjang untuk mencetak lulusan yang berkarakter, unggul, dan berdaya saing.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Kurniasih Mufidayati, mengapresiasi Kemendikdasmen atas capaian Kemendikdasmen pada tahun anggaran 2025.

“Ini menunjukkan upaya untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional sebagaimana amanat undang-undang itu semakin meningkat di tahun 2025, dan semoga akan meningkat lagi di tahun 2026,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyatakan dukungan atas arahan direktif Presiden untuk TA 2026.

“Ini menjadi tanggung jawab kita juga. Komisi X punya concern terhadap ini, supaya kami juga bisa mendapatkan banyak informasi nanti bagaimana upaya dan langkah-langkah yang bisa dikolaborasikan,” tambahnya.

Melalui perencanaan program prioritas dan pengelolaan anggaran yang terarah, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk terus memperluas akses, meningkatkan mutu, serta memperkuat karakter peserta didik di seluruh Indonesia.

Sinergi antara pemerintah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat memastikan setiap kebijakan pendidikan memberikan dampak nyata bagi seluruh anak Indonesia.

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 44/sipers/A6/I/2026


Eksplorasi konten lain dari Pak Agus

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Pak Agus

Website Pak Agus Dunia Pendidikan Indonesia Informasi Aktual dan Terupdate

Tinggalkan Balasan