PakAgus.com. Pengalaman belajar diartikan proses aktif yang dialami peserta didik selama terlibat dalam kegiatan pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai.
Proses untuk mendapatkan pengalaman belajar pembelajaran mendalamย terdiri dari tiga tahap, yaitu Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi.
1. Memahami
Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks. Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.
2. Mengaplikasi
Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh oleh peserta didik melalui pendalaman pengetahuan.
3. Merefleksi
Proses di mana peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan. Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

Baca : 3 Tahapan Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam
Level Pembelajaran Mendalam
Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level Pembelajaran Mendalam. Terdapat 5 (lima) tingkatan atau level pembelajaran mendalam yang wajib diketahui guru, sebagai berikut.
1. Pengetahuan Esensial
Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks.
2. Pengetahuan Aplikatif
Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.
3. Pengetahuan Nilai dan Karakter
Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang.
4. Pendalaman Pengetahuan
Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.
5. Regulasi Diri
Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat dikelolompokkan penerapan level Pembelajaran Mendalam pada pengalaman belajar dan karakteristiknya sebagai berikut.
1. Tahap Memahami
Level Pembelajaran Mendalam :
- Pengetahuan Esensial
- Pengetahuan Aplikatif
- Pengetahuan Nilai dan Karakter
Karakteristik level Pembelajaran Mendalam pada tahap Memahami adalah sebagai berikut.
- Menghubungkan pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.
- Menstimulasi proses berpikir peserta didik.
- Menghubungkan dengan konteks nyata dan/atau kehidupan sehari-hari.
- Memberikan kebebasan eksploratif dan kolaboratif.
- Menanamkan nilai-nilai moral dan etika dan nilai positif lainnya.
- Mengaitkan pembelajaran dengan pembentukan karakter peserta didik
Contoh Penerapan :
- Mengeksplorasi pengalamanpengalaman peserta didik terhadap permasalahan sosial di masyarakat
sebelum menyampaikan topik permasalahan sosial pada pembelajaran IPS. - Memberikan data kemiskinan di Indonesia serta meminta peserta didik untuk memahami dan memberikan tanggapan
Baca :ย Komponen Modul Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
2. Tahap Mengaplikasi
Level Pembelajaran Mendalam :
- Pendalaman Pengetahuan
Karakteristik level Pembelajaran Mendalam pada tahap Mengaplikasi adalah sebagai berikut.
- Menghubungkan konsep baru dengan pengetahuan sebelumnya.
- Menerapkan pengetahuan ke dalam situasi nyata atau bidang lain.
- Mengembangkan pemahaman dengan eksplorasi lebih lanjut.
- Berpikir Kritis dan mencari solusi inovatif berdasarkan pengetahuannyang ada.
Contoh Penerapan :
Topik: Persamaan Linear
- Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya.
- Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk.
3. Tahap Merefleksi
Level Pembelajaran Mendalam :
- Regulasi Diri
Karakteristik level Pembelajaran Mendalam pada tahap Merefleksi adalah sebagai berikut.
- Memotivasi diri sendiri untuk terus belajar bagaimana cara belajar.
- Refleksi terhadap pencapaian tujuan pembelajaran (evaluasi diri).
- Menerapkan strategi berpikir.
- Memiliki kemampuan metakognisi (meregulasi diri dalam pembelajaran).
- Meregulasi emosi dalam pembelajaran.
Contoh Penerapan :
- Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh
- Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
- Peserta didik dapat membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka
sendiri. - Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar
dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan
sosial.
Demikian level Pembelajaran Mendalam yang wajib dipahami Guru. Dengan memahami level Pembelajaran Mendalam ini, maka guru akan lebih mudah menerapkannya pada pembelajaran untuk mencapai pengalaman belajar peserta didik.
Eksplorasi konten lain dari Pak Agus
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.