3 Tahapan Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam (Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi)

PakAgus.com. Pengalaman belajar adalah proses aktif yang dialami peserta didik selama terlibat dalam kegiatan pembelajaran, baik secara langsung maupun tidak langsung, yang bertujuan untuk membangun pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai.

Pengalaman belajar pembelajaran mendalam merupakan suatu siklus proses berkelanjutan. Proses untuk mendapatkan pengalaman belajar pembelajaran mendalam  terdiri dari tiga tahap, yaitu Memahami (menyerap dan mengkonstruksi pengetahuan baru), Mengaplikasi (menerapkan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah nyata), dan Merefleksi (mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran untuk perbaikan berkelanjutan).

Ketiga proses tersebut bertujuan membangun kesadaran, motivasi, dan regulasi diri peserta didik agar mampu menguasai konsep secara utuh, kontekstual, dan berkelanjutan.

Level Pembelajaran Mendalam

Pengalaman belajar dilakukan secara bertahap untuk mencapai level Pembelajaran Mendalam, sebagai berikut.

3 Tahapan Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam
3 Tahapan Pengalaman Belajar Pembelajaran Mendalam

1. Pengetahuan Esensial

Pengetahuan dasar yang fundamental dalam suatu bidang atau disiplin ilmu, yang harus dipahami dan dikuasai untuk membangun pemahaman yang lebih kompleks dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks.

Contoh: Bahasa (Kosa kata, tata bahasa dasar, pengetahuan wacana, dan empat keterampilan berbahasa)

2. Pengetahuan Aplikatif

Pengetahuan yang berfokus pada penerapan konsep, teori, atau keterampilan dalam situasi nyata. Pengetahuan ini digunakan untuk menyelesaikan masalah, membuat keputusan, atau menciptakan sesuatu yang berdampak.

Contoh:

Bahasa (Memahami cara menggunakan keterampilan menulis untuk membuat laporan atau bahan presentasi yang efektif)

3. Pengetahuan Nilai dan Karakter

Pengetahuan yang berkaitan dengan pemahaman tentang nilai-nilai moral, etika, budaya, dan kemanusiaan yang berperan penting dalam membentuk kepribadian, sikap, dan perilaku seseorang.

Contoh:

Bahasa (Memahami cara menggunakan bahasa untuk membangun hubungan baik, menghindari konflik, serta menunjukkan empati dan kepedulian)

4. Pendalaman Pengetahuan

Memperluas atau mengembangkan pemahaman terhadap konsep dengan menghubungkannya ke situasi baru, pengalaman lain, atau bidang ilmu yang berbeda.

Contoh :

Topik: Persamaan Linear

  • Dasar: Peserta didik memahami bentuk umum persamaan linear dan cara menyelesaikannya.
  • Pendalaman Pengetahuan: Peserta didik menerapkan persamaan linear dalam masalah keuangan, seperti menghitung keuntungan bisnis atau menentukan titik impas dalam penjualan produk.

5. Regulasi Diri

Individu mampu mengendalikan pikiran, emosi, dan perilaku dalam mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, regulasi diri sangat penting bagi peserta didik untuk mengelola proses belajar mereka secara mandiri dan efektif.

Contoh :

  • Menyampaikan motivasi belajar sesuai pengalaman yang diperoleh.
  • Penilaian diri sendiri terhadap pencapaian tujuan pembelajaran.
  • Peserta didik dapat membuat ringkasan materi yang dipahami untuk menguji pemahaman mereka
    sendiri.
  • Peserta didik mampu mengendalikan emosi negatif seperti kecemasan, stres, dan frustasi saat belajar dengan strategi coping seperti bernapas dalam-dalam, istirahat sejenak, atau mencari dukungan sosial, dan lain-lain.

Tahapan Pembelajaran Mendalam

1. Memahami : Fondasi Pengalaman Belajar

Tahap awal peserta didik untuk aktif mengkonstruksi pengetahuan agar dapat memahami secara mendalam konsep atau materi dari berbagai sumber dan konteks.

Pada fase ini, peserta didik menyerap informasi baru melalui proses mental, seperti membaca, menyimak, menganalisis, dan menautkan materi baru dengan pengetahuan yang sudah ada. Pemahaman yang kuat menjadi bekal utama sebelum melangkah ke tahap berikutnya.

Pengetahuan pada fase ini terdiri dari pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter.

2. Mengaplikasi : Mengubah Pengetahuan Menjadi Aksi

Pengalaman belajar yang menunjukan aktivitas peserta didik mengaplikasi pengetahuan dalam kehidupan secara kontekstual.

Mengaplikasi merupakan pengalaman belajar yang menunjukkan aktivitas peserta didik mengaplikasikan pengetahuan secara kontekstual. Pengetahuan yang diperoleh peserta didik pada tahapan memahami diaplikasikan sebagai proses perluasan pengetahuan (pendamlama pengetahuan).

3. Merefleksi : Menumbuhkan Kesadaran Diri 

Merefleksi merupakan proses saat peserta didik mengevaluasi dan memaknai proses serta hasil dari tindakan atau praktik nyata yang telah mereka lakukan.

Refleksi ini bertujuan untuk memahami sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai, serta mengeksplorasi kekuatan, tantangan, dan area yang perlu diperbaiki.

Tahap refleksi melibatkan regulasi diri sebagai kemampuan individu untuk mengelola proses belajarnya secara mandiri, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi terhadap cara belajar mereka.

Pengalaman belajar pada pendekatan pembelajaran mendalam memiliki tiga proses tahapan yang terus berulang seperti siklus, meliputi memahami, mengaplikasi, dan merefleksi.

Di dalam prosesnya, pembelajaran mendalam juga perlu melibatkan empat komponen penting yang saling mendukung untuk membentuk pengalaman belajar yang holistik bagi peserta didik. Keempat kompoenen tersebut, yaitu praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, dan kemitraan.***


Eksplorasi konten lain dari Pak Agus

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Pak Agus

Website Pak Agus Dunia Pendidikan Indonesia Informasi Aktual dan Terupdate

Tinggalkan Balasan